Tuesday, August 06, 2013

Pengenalan tentang Apache Cordova (Phonegap)

Anda ingin membuat mobile application dengan mudah? Pertimbangkan untuk menggunakan Apache Cordova (dulu disebut Phonegap) untuk mempermudah membangun sebuah aplikasi yang dapat diinstal dan dipublikasikan di mobile application store seperti Google Play, AppStore, Windows Phone Marketplace, Blackberry App World.

Mengapa mudah? Karena membangun aplikasi di perangkat bergerak dengan menggunakan Apache Cordova hanya membutuhkan pengetahuan teknologi web (HTML5, CSS dan JavaScript) tanpa perlu kita menguasai bahasa pemrograman yang digunakan oleh masing-masing platform seperti Objective-C untuk membuat aplikasi di platform iOS, Java untuk Android dan Blackberry, bahasa untuk lingkungan .NET (C#, VB.NET, dan lain-lain) untuk Windows Phone.

Selain itu menggunakan teknologi web dan Apache Cordova membuat aplikasi yang kita buat dapat di-"build" sehingga dapat dijalankan diberbagai platform tanpa kita harus membangun ulang atau memodifikasi kode.

Kedengarannya menarik bukan? Silakan simak presentation slide tentang Apache Cordova berikut ini sebagai pengenalan.

 

Pengenalan JQuery Mobile

Jika Anda ingin membuat mobile website atau mobile hybrid application, pertimbangkanlah untuk membuat dengan framework JQuery Mobile, karena akan memudahkan dalam mebangun antar muka (interface) atau tampilan.

Dengan JQuery Mobile kita bisa buat tampilan aplikasi jadi cocok untuk tampilan layar dari perangkat bergerak (mobile device). Komponen-komponen antar muka seperti tombol (button), menu list, slider, dan lain-lain dapat dibuat dengan mudah dengan tampilan yang elegan.

Berikut presentation slide yang membahas pengenalan tentang JQuery Mobile. Beberapa contoh penggunaan komponen diperlihatkan untuk memudahkan memahami penggunaan JQuery Mobile.


Monday, April 23, 2012

Pengalaman menggunakan Network File System (NFS)

Beberapa hari ini jadi seperti jaman dulu ketika sering berkutat dengan Linux, pasalnya saya coba melakukan setup NFS server di Solaris untuk kemudian di-mount oleh mesin lain dengan sistem operasi Windows 2008 Server. Menjadi seperti dulu karena pekerjaan ini membuat saya perlu sedikit troubleshoot tentang NFS dan juga sedikit riset tentang detail NFS protocol dan juga protokol-protokol lain yang mendukungnya.

Setup NFS server dan testing NFS client untuk mounting di lokal pada mesin Solaris sangatlah mudah. NFS merupakan protokol yang dibuat oleh Sun yang juga merupakan pembuat sistem operasi Solaris, jadi asumsi awal saya memang aplikasi NFS package pasti sudah ada di Solaris dan tinggal mengaktifkan saja.

Mengaktifkan NFS di Solaris, dengan bantuan Google, menjadi sangat mudah. Langkahnya:

  1. Jalankan perintah untuk menjalankan NFS server

    svcadm -v enable -r network/nfs/server
  2. Share direktori/folder yang diinginkan, misalkan direktori yang akan di-share adalah /disk

    share -F nfs -o rw /disk
  3. Agar setiap restart direktori tersebut tetap di-share maka masukan perintah tersebut ke dalam file

    /etc/dfs/dfstab
Test mounting direktori yang sudah dishare di mesin lokal.
  1. Jalankan perintah mount untuk mapping direktori yang di-share ke direktori lain misalnya direktori  /mount_point

    mount -F nfs server:/disk /mount_point
  2. Setelah itu test dengan membuat sebuah file di direktori  /disk  dan kemudian cek direktori  /mount_point
Lebih detail tentang setup dan konfigurasi NFS pada sistem operasi Solaris bisa dibaca pada buku petunjuk "System Administration Guide: Network Services"

Untuk setup NFS client di Windows 2008 Server, petunjuk langkah-langkahnya ada di sini. Jika hanya ingin melakukan direktory map ke mesin lain, yang perlu dilakukan adalah:
  1. Install Service for NFS Component, langkahnya seperti yang tertulis di dokumen tersebut.

    1. Click Start, point to Administrative Tools, and then click Server Manager.
    2. In the left pane, click Roles.
    3. Under Roles Summary in the right pane, click Add Roles. The Add Roles Wizard appears. Click Next.

    4. Select the File Services check box to install this role on the server, and then click Next.

    5. Select the Services for Network File System check box, and then click Next.
    6. Confirm your selection, and then click Install.
    7. When the installation completes, the installation results appear. Click Close.
  2. Check jika service "Client for NFS" sudah jalan dengan membuka Service for NFS, caranya:

    click 
    Start, point to Administrative Tools, and then click Services for Network File System.

  3. Kemungkinan perlu juga untuk mengubah setting Windows Firewall, seperti dijelaskan di dokumen tersebut. Untuk memudahkan coba set disable dulu fasilitas Windows Firewall-nya.
  4. Map sebuah drive letter (misalnya Z:) untuk direktori yang berasa di NFS Server (dalam kasus ini yang berada di Solaris), caranya:

    1. On a UNIX-based server running NFS software, create an NFS shared resource. Create a test file on the shared resource.
    2. Log on to the computer running Windows Server 2008 and Client for NFS with one of the Windows user accounts that you created for this test.
    3. Open Windows Explorer (My Computer) and on the Tools menu, click Map Network Drive.
    4. Type either the UNIX-style server and shared resource name (hostname://sharedresourcename) or the Universal Naming Convention (UNC) path of the NFS shared resource on the UNIX file server, and then click OK.

    Hostname selain dengan format hostname://sharedirectory bisa juga dengan format \\hostname\sharedictory.
    Atau cara lain adalah dengan menggunakan perintah mount dari command prompt, yaitu sperti ini

        mount hostname://disk z:

    Perintah tersebut sama dengan

        net use hostname://disk z:

    Lihat petunjuk perintah mount di technet library.
Untuk membuat sebuah mesin bisa 'melihat' direktori yang di-share, maka ada yang perlu diperhatikan disisi network yaitu akses port. Akses NFS bekerja pada beberapa port, jika pada port yang dibutuhkan diblok oleh switch atau firewall maka akan membuat mesin yang akan mengakses direktori yang di-share menjadi gagal. Ini yang terjadi kemarin sehingga saya harus lebih detail mengerti tentang protokol NFS.

Perlu diingat NFS didesain menggunakan protokol Remote Procedure Call (RPC, dulu disebut SunRPC atau ONC RPC ) yang menggunakan TCP atau UDP sebagai protokol transport-nya, jadi sebaiknya kedua jenis protokol tersebut tidak diblok di firewall. RPC menggunakan eXternal Data Representation (XDR) sebagai format argument (request) dan return value (reply).

NFS juga menggunakan protokol MOUNT sebagai file handle.




Jika kita melakukan pencarian, mungkin kita akan mendapatkan informasi bahwa NFS bekerja di port 2049. Tapi sebenarnya NFS bergantung pada protokol lain yang nomor portnya juga berbeda. Saya berbicara tentang NFS v3 disini. NFS versi 4, dari apa yang saya baca, hanya membutuhkan satu port saja yaitu 2049.

NFS menggunakan RPC, dan memang sesuai desainnya RPC dapat digunakan untuk meminta komunikasi dengan suatu program dengan menggunakan port lain artinya port yang kemudian digunakan untuk komunikasi dengan program tersebut bersifat random. Ilustrasi berikut mungkin bisa menggambarkan kalimat tersebut:

Gambar dikutip dari buku "NFS Ilustrated".

Untuk memahami lebih jelas bagaimana protokol NFS bekerja, ada baiknya melihat sequence diagram berikut ini.

Gambar sebagian dari dokumen sequence diagram NFS protocol,
diambil dari www.eventhelix.com


Berikut ini adalah protocol/program yang terlibat dalam proses NFS


Portmapper atau Rpcbind (sun rpc) - port: 111
NFS mount protocol - port: random
Lock manager protocol  - port: random
Network status manager - port: random
NFS - port: 2049

Selain itu protokol atau program lain sebagai extension dapat terlibat dalam NFS service adalah:

Remote quota reporting (RQUOTAD)  - port: random

Protokol-protokol tersebut menggunanakan RPC dan nilai port yang random tersebut biasanya bernilai besar, di Solaris nilainya bisa berada pada range 2^15 sampai 2^16-1 (32768 - 65535). Pada sistem operasi Linux, port-port random tersebut dapat buat menjadi fix. Nomor port yang dianjurkan pada sistem operasi Linux bisa dilihat di sini. Port -port tersebut di Windows 2008 server juga tidak random, nomor port yang digunakan dapat dilihat di sini.

Begini jadinya jika port dengan nilai besar diblok oleh firewall.



Kita lihat hasil snoop network diatas, pada dua kali percobaan mounting dari mesin 10.254.206.39 (lihat pada baris no 16 dan 30) menghasilkan reply yang memberikan nilai port 39679 (lihat pada baris no 18 dan 32). Kemudian mesin 10.254.206.39 berusaha melakukan TCP handshaking dengan menngirimkan TCP paket ke mesin 10.254.4.13 dengan port 39679, tapi karena port tersebut diblok maka tidak mendapat balasan sehingga proses mounting gagal.

Saran saya, jika ingin melakukan file/resource sharing dengan menggunakan NFS, lakukanlan hanya pada mesin yang berdekatan, yang berada dalam satu segment network dan tidak "halangi" oleh firewall. Jika memang terpaksa ada firewall berarti kita harus tau apakah port-port yang terlibat random atau tidak jika random maka buka saja semua port yang nilainya diatas 30000.


Untuk lebih detail mengenai NFS protocol bisa dibaca dokumen-dokumen RFC maupun pada tautan berikut:

NFS v3 - RFC1813 (Mount protocol dan Lock Manager protocol ada di dokumen ini pada bab Appendix)
RPC v2 - RFC1831
XDR - RFC1832
Binding protocol / Portmapper - RFC1833

Membaca RFC dokumen yang menspesifikasikan protokol tidak lah mudah (untuk dimengerti), jadi ada baiknya membaca buku NFS Illustrated


Friday, December 31, 2010

Topik yang paling menarik dalam Project Management

Sudah beberapa bulan ini berhenti menulis di blog. Sungguh bulan-bulan yang menyibukkan sehingga produktifitas posting di blog menjadi berkurang. Tapi bukan berarti berhenti belajar dan menulis, beberapa hal baru dipelajari dan didokumentasikan dan bisa saya bagi disini.

Beberapa bulan yang lalu saya memutuskan untuk mempublikasikan file-file presentasi training PMP yang saya buat. Saya jamin kulitas konten pada slide yang saya buat tidak kalah dengan apa yang Anda bisa dapat dari perusahaan yang menawarkan training PMP di Indonesia. Point-point penting untuk mendapatkan sertifikasi PMP dari buku PMBOK maupun Buka Rita Mulchahi bisa didapatkan pada slide presentasi yang saya bikin.

Slide presentasi tersebut dan juga slide yang lain bisa Anda lihat di http://www.slideshare.net/ejlp12/presentations.

Saya belum berniat untuk membuat file tersebut downloadable, tapi jika Anda berminat untuk mendapatkan softcopy atau hardcopy-nya, silakan hubungi saya lewat email. Mudah-mudah berguna, dan jika ada kesalahan dalam slide tersebut silakan beritahukan saya juga.

Dari slide presentasi saya tersebut, saya melihat topik Project Risk Management adalah topik yang banyak dicari dan dilihat dari beberapa topik pada project management. Tidak heran, buat saya risk management juga memang hal yang menarik saat awal-awal mempelajari topik project management dan biasanya menjadi hal yang dilupakan buat project manager pemula seperti saya.

Berikut adalah urutan dari slide dengan topik project management yang paling banyak dilihat:

1. Project Risk Management
2. Project Human Resource Management
3. Project Communication Management
4. Project Quality Management
5. Introduction to Framework (PMBOK)
6. Project Time Management
7. Project Cost Management
8. Project Procurement Management
9. Project Scope Management
10. Project Integration Management




Tetang penulis

Laki-laki.
Orang Indonesia.
Berprofesi dibidang teknologi informasi dan telekomunikasi.

Tentang blog ini


Blog ini berkaitan dengan pemrograman, Software Engineering, telekomunikasi, Internet, SOA/Web service Java, PHP, database dan lain-lain. Blog ini bukan sebuah diary, dibuat hanya hanya sebagai catatan agar bisa dilihat kembali suatu saat. Jadi isi blog ini akan berisi tips/trik atau artikel. Semua posting pada blog ini adalah tulisan saya sendiri (tidak ada yang mengkopi dari tempat lain) kecuali saya sebutkan sumbernya. Anda bebas mengkopi isi dari blog ini dan mempublikasikannya lagi selama mencantumkan nama saya sebagai penulis (ejlp12) atau email saya.

Blog ini adalah blog Indonesia yang berarti dari orang Indonesia dan menggunakan bahasa Indonesia.

Silakan beri komentar jika artikel kurang jelas atau terdapat kesalahan. Anda bisa klik link komentar dibawah setiap posting.Untuk komentar yang TIDAK berkaitan dengan topik posting blog bisa dikirim ke email ejlp12 @ yahoo.com

Subscribe Subscribe ke RSS situs ini

Link ke tulisan lainnya dapat dilihat di
Arsip | Kategori/Label

Posting Terkini

Labels

Followers