Sudah beberapa bulan ini berhenti menulis di blog. Sungguh bulan-bulan yang menyibukkan sehingga produktifitas posting di blog menjadi berkurang. Tapi bukan berarti berhenti belajar dan menulis, beberapa hal baru dipelajari dan didokumentasikan dan bisa saya bagi disini.
e-javanensis
Blog Indonesia tentang IT, software dan telekomunikasi.
Tetang penulis
Laki-laki.
Orang Indonesia.
Berprofesi dibidang teknologi informasi dan telekomunikasi.
Orang Indonesia.
Berprofesi dibidang teknologi informasi dan telekomunikasi.
Tentang blog ini
Blog ini berkaitan dengan pemrograman, Software Engineering, telekomunikasi, Internet, SOA/Web service Java, PHP, database dan lain-lain. Blog ini bukan sebuah diary, dibuat hanya hanya sebagai catatan agar bisa dilihat kembali suatu saat. Jadi isi blog ini akan berisi tips/trik atau artikel. Semua posting pada blog ini adalah tulisan saya sendiri (tidak ada yang mengkopi dari tempat lain) kecuali saya sebutkan sumbernya. Anda bebas mengkopi isi dari blog ini dan mempublikasikannya lagi selama mencantumkan nama saya sebagai penulis (ejlp12) atau email saya.
Blog ini adalah blog Indonesia yang berarti dari orang Indonesia dan menggunakan bahasa Indonesia.
Silakan beri komentar jika artikel kurang jelas atau terdapat kesalahan. Anda bisa klik link komentar dibawah setiap posting.Untuk komentar yang TIDAK berkaitan dengan topik posting blog bisa dikirim ke email ejlp12 @ yahoo.com
Link ke tulisan lainnya dapat dilihat di Arsip | Kategori/Label
Friday, December 31, 2010
Topik yang paling menarik dalam Project Management
Beberapa bulan yang lalu saya memutuskan untuk mempublikasikan file-file presentasi training PMP yang saya buat. Saya jamin kulitas konten pada slide yang saya buat tidak kalah dengan apa yang Anda bisa dapat dari perusahaan yang menawarkan training PMP di Indonesia. Point-point penting untuk mendapatkan sertifikasi PMP dari buku PMBOK maupun Buka Rita Mulchahi bisa didapatkan pada slide presentasi yang saya bikin.
Slide presentasi tersebut dan juga slide yang lain bisa Anda lihat di http://www.slideshare.net/ejlp12/presentations.
Saya belum berniat untuk membuat file tersebut downloadable, tapi jika Anda berminat untuk mendapatkan softcopy atau hardcopy-nya, silakan hubungi saya lewat email. Mudah-mudah berguna, dan jika ada kesalahan dalam slide tersebut silakan beritahukan saya juga.
Dari slide presentasi saya tersebut, saya melihat topik Project Risk Management adalah topik yang banyak dicari dan dilihat dari beberapa topik pada project management. Tidak heran, buat saya risk management juga memang hal yang menarik saat awal-awal mempelajari topik project management dan biasanya menjadi hal yang dilupakan buat project manager pemula seperti saya.
Berikut adalah urutan dari slide dengan topik project management yang paling banyak dilihat:
1. Project Risk Management
2. Project Human Resource Management
3. Project Communication Management
4. Project Quality Management
5. Introduction to Framework (PMBOK)
6. Project Time Management
7. Project Cost Management
8. Project Procurement Management
9. Project Scope Management
10. Project Integration Management
Monday, June 07, 2010
TMForum Frameworx = The next of NGOSS
Bulan Maret lalu TMForum mengumumkan sebuah Service-oriented Integrated Business Architecture yang disebut Frameworx.
Frameworx merupakan kumpulan framework yang dikembangkan dari framework yang sudah ada pada NGOSS dengan suatu pendekatan baru yaitu service-oriented dan standar proses arsitektur IT seperti ITIL dan TOGAF sehingga menjadi suatu blueprint untuk mengimplementasikan Service Oriented Enterprise.
Frameworx rencananya akan dirilis secara penuh bulan Juni ini. Beberapa deliverables dari Frameworx ini adalah:
- Business Process Framework (eTOM) version 8
- Information Framework (SID) version 9
- Application Framework (TAM) version 4
- Integration Framework version 2
- A platform architecture approach to facilitate collaboration and management of value chain and outsourcing partners
- Frameworx Roadmap release 1, showing the release strategy and content for the next 12 months
Monday, May 31, 2010
Memilih Metodologi Manajemen Proyek
Sebuah perusahaan vendor IT atau vendor apapun yang hidup matinya bergantung pada keberadaan proyek, memiliki masalah yang sama dalam menentukan metodologi apa yang cocok untuk digunakan dalam pengerjaan proyek. Dalam dunia IT lebih dalam lagi akan ada pertanyaan metodologi apa yang cocok untuk pengembangan software atau untuk digunakan sebagai acuan Software Development Life Cycle (SDLC).
Pengalaman membuktikan, tidak adanya kejelasan metodologi yang jelas yang digunakan perusahaan akan membuat proyek berjalan tanpa arah dan akan sangat tergantung dari individu manajer proyeknya. Jika kondisi itu berlangsung pada proyek yang kompleks dan ditangani oleh manajer proyek yang tidak berpengalaman maka akan berakhir pada kegagalan proyek. Bagi orang yang lebih tinggi yaitu atasan dari manajer proyek, hal tersebut akan membuat proyek-proyek tidak bisa dimonitor apalagi dikontrol.
Memilih metodologi proyek memang bukan hal yang mudah. Kita tau ada berbagai macam metodologi mulai yang general, yang bisa diimplementasikan pada proyek apapun seperti PMBOK, PRINCE2 maupun yang spesifik untuk domain tertentu misalnya SWEBOK, XP, Scrum yang digunakan pada proyek development software. Masing-masing metodologi memiliki keuntungan dan kita perlu untuk TIDAK memilih begitu saja satu metodologi karena saya percaya tidak ada metodologi yang "one size fits all."
Kita dapat mengelaborasikan beberapa metodologi dan membuatnya pesifik untuk perusahaan dengan catatan metodologi tersebut didefinisikan agar sesuai dengan sifat dari proyek-proyek yang ada dan sebisa mungkin masih dapat disesuaikan (tailored) sesuai dengan besarnya proyek.
Untuk mengelaborasi metodologi, sebaiknya kita mulai dengan studi beberapa metodologi yang sudah ada. Ada baiknya kita membuat listing yang lengkap dari metodologi yang yang sudah ada, mempelajarinya secara high level, kemudian menentukan yang menjadi main interest, lalu melakukan klasifikasi seperti yang dijelaskan sebuah artikel "Defining & Classifying Project Management Methodologies." Berikut ini gambaran level dari klasifikasi metodologi manajemen proyek dari artikel tersebut.

Ada baiknya perusahaan membuat sebuah referensi metodologi manajemen proyek pada Level 3 (Organization specific, customized methodology). Yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat diadaptasi menjadi L4 maupun L5 sesuai kemampuan manajer proyek.
Sebuah kesimpulan yang menarik terkait pemilihan metodologi ini dapat kita lihat dari artikel "Methodology Per Project". Menurut penulis artikel tersebut, Alistair Cockburn, metodologi memiliki sepuluh elemen dasar yaitu: roles, skills, activities, techniques, tools, teams, deliverables, standards, quality measures dan project values. Tidak semua metodologi mencakup semua elemen tersebut, semakin besar proyek maka harus semakin besar metodologinya artinya aspek elemen yang dicakup harus semakin lengkap. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara mengelaborasi beberapa metodologi.
Lebih jauh lagi, perusahaan seharusnya tidak hanya mendefinikan acuan metodologi tetapi sebuah common frame of reference yang mencakup [lihat artikel berikut]:
- A common project management model.
- Companywide project management training programs.
- Project management career development.
- Knowledge-sharing activities.
Project Value Mangement di PROPS
Buat mengingatkan kita, dalam PMBOK, didefinisikan 9 Knowledge Areas yaitu:
- Project Integration Management
- Project Scope Management
- Project Cost Management
- Project Time Management
- Project Risk Management
- Project Quality Management
- Project HR Management
- Project Communication Management
- Project Procurement Management

Adakah knowledge area yang lain yang didefinisikan di framework lain yang tidak ada di PMBOK? Ada, salah satunya adalah yang ada di PROPS atau PROPS-C yaitu Project Value Management yang terdiri dari:
- Value Analysis
- Value Definition
- Value Control
PROPS adalah model/framework untuk project management yang dibuat dan digunakan Ericsson. Sayangnya model ini cukup tertutup, walaupun sebagian kecil penjelasannya bisa dibaca di http://www.semcon.se/spm/props/props_online_intro/xprops/en/x.pe.intro.html .
PROPS mengadopsi semua knowledge areas dari PMBOK dengan tambahan Project Value Management. Tapi sayangnya, di website semcon tersebut Project Value Management" juga tidak ada penjelasan detailnya.
Ada yang punya informasi lebih detail tentang Project Value Mangement di PROPS?
Apakah Project Value Management di PROPS sesuai dengan apa yang dimaksud dalam buku Cost and Value Management?
Subscribe to:
Posts (Atom)
Arsip
-
►
2008
(90)
-
►
December
(11)
- Menghitung signalling link occupancy
- Bisnis mobile advertising
- Gembar-gembor mobile advertising
- WiMAX vs. LTE
- Komponen/elemen dari Intelligent Network
- Dari perusahaan IT menjadi vendor telekomunikasi
- Open API untuk telco
- Demo teknologi relaying yang akan digunakan pada L...
- LTE-Advanced
- LBS sudah mati?
- Domotics
-
►
November
(13)
- Open Market Handsets untuk CDMA
- Membuat situs WAP (Mobile web) anda dapat ditemuka...
- WURFL browser
- Evolusi CDMA2000/EV-DO menuju 4G akan mati?
- Standar Identity Management (IdM) untuk NGN
- iPhone SDK
- Smartcard Web Server (SCWS)
- SCA: Model untuk mengimplementasikan SOA
- Masalah roaming di perbatasan negara (border roami...
- Layanan Collect Call
- Dapat iklannya, gratis layanannya.
- On-Device Portal
-
►
December
(11)
Labels
- telecom (117)
- java (52)
- VAS (36)
- programming (35)
- project management (23)
- software engineering (21)
- database (13)
- OSS (11)
- web service (11)
- SDP (8)
- IN (7)
- network (7)
- LTE (5)
- security (5)
- xml (5)
- BSS (4)
- MMS (4)
- linux (4)
- selingan (4)
- 4G (3)
- IMS (3)
- aplikasi (3)
- iptv (3)
- shell scripting (3)
- SOA (2)
- scm (2)
- *nix (1)
- EA (1)
- ITSM (1)
- femtocell (1)
- mobile tv (1)