Blog Indonesia tentang IT, software dan telekomunikasi.

Tetang penulis

Laki-laki.
Orang Indonesia.
Berprofesi dibidang teknologi informasi dan telekomunikasi.

Tentang blog ini


Blog ini berkaitan dengan pemrograman, Software Engineering, telekomunikasi, Internet, Java, PHP, database dan lain-lain. Blog ini bukan sebuah diary, dibuat hanya hanya sebagai catatan agar bisa dilihat kembali suatu saat. Jadi isi blog ini akan berisi tips/trik atau artikel. Semua posting pada blog ini adalah tulisan saya sendiri (tidak ada yang mengkopi dari tempat lain). Anda bebas mengkopi isi dari blog ini dan mempublikasikannya lagi selama mencantumkan nama saya sebagai penulis (ejlp12) atau email saya.

Blog ini adalah blog Indonesia yang berarti dari orang Indonesia dan menggunakan bahasa Indonesia.

Silakan beri komentar jika artikel kurang jelas atau terdapat kesalahan. Untuk komentar yang TIDAK berkaitan dengan topik posting blog bisa dikirim ke email ejlp12 @yahoo.com

Wednesday, October 18, 2006

Mengapa saya tidak suka BEA weblogic workshop 8

Beberapa bulan ini saya berkutat dengan proyek portal yang menggunakan BEA weblogic workshop. Setelah mendapatkan training, saya baru tau kelebihan-kelebihan dari weblogic workshop. IDE ini mengedepankan kemudahan untuk membuat aplikasi J2EE dengan cara memberikan komponen-komponen yang sudah dibuat. Ini memudahkan kita untuk memakainya dengan hanya click atau click-and-drag. Behind the sceen, IDE ini menggunakan xdoclet, framework Java Page Flow (Struts), Java controls.

Tetapi sebagai development evirontment, saya tetap tidak suka dengan BEA weblogic workshop 8. Beberapa alasan diantaranya yaitu:

  • Tidak memiliki fasilitas refactor code. Menurut saya ini fasilitas basic yang perlu dimiliki untuk Java IDE modern.
  • Tidak memiliki akses ke kode library yang telah kita buat walaupun library tersebut masih dalam satu Project. Ini membuat kita tidak dapat dengan mudah menuju suatu kode class dari kode class lain yang menggunakannya. Hal ini karena ... baca point berikut ini
  • Library dalam suatu folder perlu dikompilasi menjadi jar file terlebih dahulu agar library atau applikasi lain dalam satu project dapat menggunakannya.
  • Tidak memiliki fasilitas pemformat kode (code beautifier).
  • Tidak dapat menjalankan applikasi java sederhana yang memiliki main method. Kita harus deploy di application server untuk dapat menjalankan suatu class sederhana. Ini merepotkan saat kita ingin melakukan test.
  • Workshop + application server membutuhkan resource besar dan sering berjalan sangat lambat.

Kelihatan simpel tapi menurut saya itu sudah cukup mengurangi produktifitas.

Arsip

Lain-lain

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Mobile Phone Blogs - Blog Catalog Blog Directory Technology blogs Blogdup Blog Directory