Showing posts with label IN. Show all posts
Showing posts with label IN. Show all posts

Monday, March 09, 2009

Standar IN pada jaringan CDMA

Intelligent Network pada jaringan nirkabel operator CDMA diimplementasikan dengan menggunakan standar yang disebut Wireless Intelegent Network (WIN).

Perkembangan standar WIN, secara garis besar terditi dari WIN Phase 1 (IS-771), PPC (IS-826), WIN Phase 2 (IS-848), WIN Phase 3 (IS-843)

WIN merupakan sebuat set standar atau spesifikasi yang awalnya berbasis pada standar IN CS2. Protokol IS-771 ditambahkan pada WIN Phase 1 yang mencakup layanan baru seperti
  • Calling Name Presentation (CNAP),
  • Voice Controlled Services (VCS)
  • Incoming Call Screening (ICS);

Kemudian protokol IS-826 ditambahkan sehingga WIN memiliki kapabilitas untuk Pre-Paid Charging (PPC)

Pada WIN Phase 2, ditambahkan protokol IS-848 yang mendefinisikan layanan-layanan berikut

  • Rejection of Undesired Annoying Calls (RUAC),
  • Premium Rate Charging (PRC),
  • Freephone Service (FPH)
  • Advice Of Charging (AOC)
  • Enhanced Preferred Language (EPL)
Setelah WIN Phase 2, pada standar yang dikeluarkan oleh 3GPP2, kapabilitas IN ditambah dengan PPC Enhancements for Circuit-Switched Data and SMS, kemudian Location Based Service.

Tabel dibawah ini memperlihatkan perkembangan standar WIN.


Gambar diambil dari http://www.canto.org/canto2008/doc/bahamas/Canto/DeVries/Wireless%20Intelligent%20Networking.ppt

Detil judul dari standar yang tertera pada tabel adalah sebagai berikut:
  • TIA/EIA/IS-664 Cellular Features Description
  • TIA/EIA/IS-730 Intersystem Operations Support for the IS-136 Digital Control Channel
  • TIA/EIA/IS-737 Enhancements to Circuit Mode Services (Data Services),
  • TIA/EIA/IS-751 Support IMSI
  • TIA/EIA/IS-756 Number Portability Network Support (WNP),
  • TIA/EIA/IS-764 Enhancements for Wireless Calling Name Feature Descriptions (Calling Name),
  • TIA/EIA/IS-771 Wireless Intelligent Network (WIN Triggers Phase I),
  • TIA/EIA/IS-826 WIN Pre-Paid Charging (Prepaid charging - WIN Phase II),
  • TIA-826-A Based Pre-Paid Charging Enhancements for Circuit Switched Data and Short Message
  • TIA/EIA/IS-841 (MDN Based Message Centers),
  • TIA/EIA/IS-848 Enhanced Charging Services (WIN Phase II features)
  • TIA-881 Location Services Enhancements

Thursday, December 18, 2008

Komponen/elemen dari Intelligent Network

Komponen-komponen dari Intelligent Network

SSP= Service Switching Point
IP = Intelligent Periperal
SCP = Service Control Point
SDP = Service Data Point
SMP = Service Management Point
SMAP = Service Management Access Point
SCE = Service Creation Environtment

Wednesday, September 10, 2008

IN dan prepaid charging

Kalau saya lihat bagaimana IN digunakan di jaringan telekomunikasi di Indonesia ini maka saya lihat IN cenderung identik dengan prepaid charging yaitu tempat dimana rating dilakukan untuk pelanggan prabayar.

Fungsi utama IN adalah sebagai SCP (Service Control Point) yaitu sebagai otak dimana eksekusi logic untuk pengontrol call berlangsung. Lalu darimana asal mula IN digunakan sebagai element rating/charging untuk pelanggan prabayar?

Fitur online charging mulai ada dalam spesifikasi CAMEL 2 oleh sebab itu fungsi rating (penentuan biaya panggilan) dapat dilakukan secara internal yaitu pada mesin IN itu sendiri maupun secara eksternal.

ETSI European Norm (EN) 301 140-1 (‘Capability Set 2’, CS2) yang merupakan induk dari CAMEL mendefinisikan sebuah elemen bernama SDP (Service Data Point) yang berisi tabel call rating atau informasi account pelanggan. Jadi rating call tiap pelanggan dilakukan dengan cara mengambil informasi rating yang spesifik untuk pelanggan tersebut dari SDP. Fungsi SDP, yang disebut SDF (Service Data Function) dapat terintegrasi dalam elemen SCP/IN atau merupakan elemen yang terpisah.

Bagaimana integrasi antara SDP dengan SCP tidak didefinisikan pada ETSI EN 301 140-1 maupun pada CAMEL sehingga biasanya integration point ini menggunakan protokol yang dibuat sendiri oleh vendor produk IN.

Kadang menjadi salah kaprah bahwa rating/charging yang dilakukan di IN hanya bisa digunakan untuk pelanggan prabayar.

Wednesday, August 20, 2008

CAMEL

Sebelum membaca posting/artikel ini, anda mungkin tertarik untuk membaca posting sebelumnya tentang Intelligent Network (IN).

CAMEL (Customized Application for Mobile network Enhanched Logic) adalah suatu fitur dalam jaringan telekomunikasi operator yang merupakan alat bantu dalam penyediaan layanan (operator spesific service). CAMEL merupakan standar untuk inteligent network (IN) pada jaringan GSM yang dibuat oleh ETSI (European Telecommunications Standards Institute).

Dengan adanya CAMEL, pengguna ponsel sebagai end-user akan dapat menggunakan layanan yang sama pada jaringan pada operator lain (roaming) dengan menggunakan nomor telepon yang sama dan mendapatkan tagihan hanya dari operator asal (home operator).

Pada dokumen spesifikasi CAMEL kita dapat lihat arsitektur yang dibutuhkan pada jaringan operator agak mendukung CAMEL. Dibawah ini adalah gambar arsitektur CAMEL Phase 2.




Arsitektur diatas menggambarkan entitas fungsional (functional entities) yang terlibat dalam CAMEL. Entitas tersebut dijelaskan dibawah ini

  • gsmSCF (GSM Service Control Function) adalah entitas fungsional yang berisi CAMEL service logic yang mengatur suatu layanan. Entitas ini bisa diasosiasikan dengan fungsi intelegent network (IN) dalam jaringan operator)

  • gsmSRF (GSM Specialised Resource Function) adalah entitas fungsional yang menyimpan dan memberikan resource yang dibutuhkan oleh gsmSCF. Resource ini misalnya berupa file audio yang merupakan tone atau announcement ketika sebuah panggilan tidak dapat dilakukan. gsmSCF mengatur atau memberikan perintah kepada MSC untuk mejalankan (play) resource yang berada pada gsmSRF sehingga kita dapat mendengarkan pesan seperti "maaf, untuk sementara nomer ini tidak dapat dihubungi" ketika sebuah nomor yang dipanggil tidak dapat dihubungi. Fungsi ini biasanya sudah termasuk pada sebuah produk server IN dan biasanya disebut Voice Response Units (VRUs).

    gsmSRF ditambahkan pada arsitektur CAMEL sejak CAMEL phase 2.

  • gsmSSF (GSM Service Switching Function) adalah entitas fungsional yang berada dalam MSC/GMSC yang membuat MSC/GMSC dapat berinteraksi dengan gsmSCF atau server IN ketika sebuah layanan sedang digunakan oleh pengguna.

Dalam arsitektur tersebut kita dapat melihat juga protokol yang digunakan antar entitas yaitu

  • MAP (Mobile Application Part) yang digunakan untuk menghubungkan MSC/GMSC dengan HLR, gsmSCF dengan MSC atau HLR, dan MSC/VLR dengan HLR
  • CAP (CAMEL Application Part) yang digunakan untuk MSC/GMSC/gsmSSF dengan gsmSCF, gsmSCF dengan gsmSRF

Protokol tersebut adalah protokol SS7 yang biasanya dilewatkan pada jaringan TDM ataupun IP. Dalam jaringan SS7, gsmSSF berada pada SSP (Service Switching Point) sedangkan gsmSCF dan gsmSRF berada pada SCP (Service Control Point).


Versi CAMEL

Spesifikasi CAMEL terus berkembang dengan penambahan fitur-fitur baru. Ada beberapa versi CAMEL yang dirilis oleh ETSI/3GPP hingga saat ini. Versi CAMEL tersebut biasa disebut phase yaitu

  • CAMEL phase 1 1996
  • CAMEL phase 2 1997 dan 1998
  • CAMEL phase 3 1999
  • CAMEL phase 4,Enhancement for GPRS

Isi (fitur-fitur) dari tiap phase dapat dilihat di dokumen N2-030543. CAMEL phase 1 pertama kali diimplementasikan pada sebuah jaringan operator pada tahun 2000.

Dokumen Spesifikasi CAMEL

CAMEL didefinisikan dalam 3 stage yaitu

  • Stage 1 (requirements) dispesifikasikan pada GSM 02.78 / 3GPP TS 22.078
  • Stage 2 (functions, conceptual data flow) dispesifikasikan pada GSM 03.78 / 3GPP TS 23.078
  • Stage 3 (protocol) - CAMEL Application Part (CAP) GSM 09.78 / 3GPP TS 29.078

Coba baca entri di FAQ ini sebagai guide soal spesifikasi CAMEL.

Konsep-konsep Penting

Dalam memahami cara kerja CAMEL, ada beberapa konsep penting yang perlu diketahui diantaranya:

1. Detection Point (DP)
Jika sebuah proses pemanggilan (call) yang kita lihat disisi MSC/SSP kita gambarkan, maka akan ada beberapa titik proses yaitu:
- call diterima oleh MSC
- call diteruskan ke nomor yang dipanggil
- call diterima oleh nomor yang dipanggil
- terjadi pecakapan
- call diputus

Pada proses kejadian call tersebut terdapat beberapa titik kejadian (event) yang dapat dideteksi oleh SSP. Titik kejadian yang terdeteksi pada proses pemanggilan tersebut disebut DP dan digunakan oleh SSP untuk memberitahu (notify) gsmSCF. gsmSCF kemudian akan memberikan intrsuksi bagaimana call tersebut harus ditangani misalnya call harus diputus karena pemanggil tidak memiliki pulsa (balance) yang cukup.

2. CAMEL Subscriber Information (CSI)
Seorang pelanggan disebut CAMEL subscriber jika dia memiliki satu atau lebih CAMEL Subscription Information (CSI) yang berrada di Home PLMN, biasanya di HLR. CSI dapat diaplikasikan pada tiap pelanggan artinya masing-masing pelanggan dapat memiliki CSI yang berbeda.

CSI merupakan informasi profil dari pelanggan sehingga gsmSCF dapat memberikan layanan sesuai dengan profil pelanggan. CSI akan diminta oleh MSC/VLR atau SGSN dari HLR ketika pelanggan terkoneksi (Location Update) pada jaringan operator.

Beberapa macam CSI adalah:

  • O-CSI (Originating)
  • T-CSI (Terminating)
  • U-CSI (USSD)
  • UG-CSI (USSD General)
  • SS-CSI (Suplementary Srvice)
  • TIF-CSI (Translation Information Flag)
  • M-CSI (Mobility Management)
  • MG-CSI (mobility Management for GPRS)
  • MO-SMS-CSI (Originating Short Message Service)
  • MT-SMS-CSI Terminated Short Message Service)
  • GPRS-CSI
  • VT-CSI (VMSC Terminating)

Masing-masing CSI diatas memiliki parameter-parameter yang dispesifikasikan pada dokumen spesifikasi CAMEL.

3. Basic Call State Model (BSCM)

BSCM biasanya digambarkan dalam sebuah diagaram yang merupakan model dari aktifitas pada MSC/VLR atau GMSC dalam menangani dan mengelola jalur komunikasi pelanggan. Ada dua macam BSCM yaitu Originating BSCM (o-BSCM) yang menggambarkan model panggilan call dan Terminating BSCM (T-BSCM) yang menggambarkan model penerimaan call. Dalam BSCM kita dapat melihat proses dan event atau DP yang dapat terjadi.

Dalam dokumen spesifikasi, proses-proses seperti SMS, USSD dan lain-lain biasanya juga digambarkan functional entities yang terlibat, state model, prosedur serta dijelaskan interface dan information flow.


4. CAMEL Application Part (CAP)
CAP merupakan implementasi dari fungsionalitas yang ada dalam CAMEL. CAP adalah protokol yang digunakan pada interface gsmSSF dengan gsmSCF atau gsmSCF dengan gsmSRF. Protokol ini dilewatkan pada jaringan SS7 (TDM) ataupun jaringan packet (IP/SIGTRAN).

Sebelum CAMEL, jaringan GSM menggunakan INAP (Intelligent Network Application Part). Karena keterbatasan INAP misalnya tidak mendukung mobility management karena INAP dibuat untuk jaringan kabel (Fixed line). CAMEL/CAP merupakan ekstensi dari Core INAP yang dikeluarkan ETSI.

Wednesday, January 23, 2008

Pengenalan Intelegent Network (IN) - 2

Saya baru saja memperbarui tulisan tentang Pengenalan Intelegent Network (IN) dengan menambahakan bagian sejarah IN yang juga membahas mengenai beberapa standard IN, realisasi IN dalam jaringan telekomunikasi, dan menyinggung sedikit mengenai ETSI INAP yang menjadi dasar standar CAMEL yang digunakan pada jaringan GSM/UMTS.

Lebih detil mengenai CAMEL saya sudah tuliskan tapi belum selesai. Saya selalu ingin menulis dengan cukup jelas dan sedikit komprehensif jadi banyak tulisan yang belum saya post disini.

Tuesday, November 06, 2007

Layanan USSD callback (UCB) : Solusi roaming untuk pra-bayar

Layanan USSD callback (UCB)

Proses charging pelanggan prabayar harus dilakukan secara realtime, hal ini membuat proses tersebut sulit dilakukan jika pelanggan tersebut roaming di luar negeri. Interoperability antar dua jaringan yang berbeda sulit dilakukan karena setiap oprator bisa jadi menggunakan protokol yang sama sekali berbeda atau berbeda versi. Salah satu solusi untuk pelanggan prabayar yang roaming adalah menggunakan CAMEL Phase 2, hanya saja masalahnya tidak semua operator mendukung CAMEL-2. Untuk itulah ada solusi lain yang disebut USSD callback.

Prinsip USSD callback ini adalah, pelanggan (A number) mengirimkan kode perintah kepada home network agar home network melakukan pemanggilan (call) ke pelanggan yang itu sendiri (A number) serta ke pelanggan yang dituju (B number).

Karena solusi ini menggunakan USSD, maka pelanggan yang roaming hanya perlu melakukan dial dengan kode akses tertentu, misalnya #123*628012345678# untuk menghubungi nomor

+628012345678.

Proses dan arsitektur dari USSD callback adalah sebagai berikut:


VISITED NETWORK | HOME NETWORK

.-----------. | .-----------.
| |--2.USSD Request--->| |
| MSC | | | HLR |
| | | |
'-----------' | '-----------'
^ |
| | | 3.USSD Request
| v
1.Dial | .-----------. 4. Cek .------------------.
| | |----------->| Billing System |
| | |UCB System | | atau IN |
Penelpon <-----6.Callback-----| |----------->| |
| '-----------' 7. Commit '------------------'
|
| 5a.Setup call
|
| V
.-----------.
| | | 5b.Setup call
| MSC |----------------> Yang ditelpon
| | |
'-----------'

  1. Pelanggan pra-bayar yang berada di visited network mengirimkan perintah USSD dan diterima oleh VMSC
  2. USSD request diteruskan ke HLR di home network
  3. HLR mengetahui bahwa perintah USSD tersebut adalah perintah callback yang harus diteruskan ke UCB system
  4. USSD Callback system kemudian melakukan pengecekan terhadap sisa pulsa (balance) dari penelpon dengan mengirimkan pesan ke Billing System atau Intelligent Network (Service COntrol Point). Pengecekan dapat dilakukan secara terus menerus (reguler) selama percakapan berlangsung, atau hanya pada saat awal.
    Jika pengecekan dilakukan satu kali disaat awal, maka UCB system harus tahu kapan percakapan harus diputuskan dengan sisa pulsa yang dimiliki si pemanggil.
    Karena penelpon berlokasi diluar home network (roaming) dan biasanya harga percakapan roaming berbeda (lebih mahal) maka biasanya UCB system akan mengirimkan MAP ATI (Any-Time Interrogation) ke HLR untuk mendapatkan lokasi dari pemanggil.
  5. Jika penelpon masih memiliki pulsa maka UCB system melakukan pemanggilan ke nomor tujuan.
  6. UCB system melakukan pemanggilan ke penelon untuk membuat sambungan dengan nomor tujuan. Dalam gambar ditunjukan panah langsung dari USSD Callback Server ke penelepon hanya untuk mempermudah pemahaman. Pada kenyataaanya, USSD Callback Server akan melakukan pemanggilan lewat Gateway MSC di home network untuk kemudian diteruskan ke VMSC.
  7. Pengurangan pulsa dilakukan USSD Callback server dengan cara mengirimkan commit request ke billing system atau IN.

Adakalanya layanan UCB dilakukan oleh IN/SCP, beberapa produk IN telah menambahkan fasilitas ini didalamnya sehingga operator tidak memerlukan produk atau server terpisah. Operasi InitiateCallAttempt diperlukan untuk dapat terjadinya callback ke penelpon dan sambungan ke orang yang ditelpon. InitiateCallAttempt didukung oleh ETSI INAP CS-1 atau CAP-4 (CAMEL Aplication Part phase 4) atau phase yang lebih tinggi. INAP atau CAP digunakan hanya untuk interaksi antar SCP/IN dengan MSC/MSS sehingga visited network tetap tidak perlu mendukung CAMEL.

Apa yang diperlukan oleh USSD Callback System?

Dari arsitektur diatas kita bisa tahu bahwa sebuah USSD Callback System perlu mendukung atau memiliki

  • Signaling link (SS&/SIGTRAN) dengan MAP untuk mendapatkan informasi USSD message dari HLR
  • ISUP untuk setup/release pemanggilan (call)
  • Koneksi untuk voice trunk
  • Koneksi ke elemen lain misalnya SMSC untuk pengiriman notifikasi
  • Charging protokol misalnya Diameter

Monday, October 01, 2007

Mengenal IN (Intelligent Network)

IN adalah istilah yang biasa digunakan dalam dunia telekomunikasi untuk mendeskripsikan suatu fungsionalitas dalam jaringan telekomunikasi yang bersifat intelligent.
Intelligent disini dapat berarti terkontrol walaupun tidak bersifat 'pintar' seperti istilah intelligent control yang digunakan di dunia kontrol industri.

Arsitektur IN pada jaringan sentral (core network) telekomunikasi memisahkan antara fungsi switching dan pengaturan logic. Dalam jaringan sentral GSM atau CDMA, IN biasanya diasosiasikan dengan sebuah elemen yang mengatur jalannya end user service seperti call control, SMS, GPRS, USSD dan lain-lain. Elemen tersebut biasanya adalah sebuah mesin (server) yang berdiri sendiri yang dihubungkan dengan MSC (Mobile Switching Center). Operator menggunakan elemen IN untuk mendefinisikan setiap logika pengontrolan dari sebuah service.

Sebelum MSC memproses sebuah service digunakan oleh user, misalnya layanan pemanggilan (call), MSC akan menghubungi elemen IN untuk menayakan bagaimana service itu akan ditangani. Elemen IN kemudian akan menganilis service berdasarkan logic yang telah didefinisikan, kemudian memberikan hasil eksekusi logic tersebut ke MSC. Contoh hasil eksekusi misalnya "lanjutkan pemanggilan" atau "putuskan pemanggilan" (reject call) atau "lanjutkan pemanggilan dan beritahu IN untuk keputusan berikutnya setiap satu menit".

Dengan adanya IN maka service yang diberikan oleh operator menjadi beragam karena adanya fasilitas analisa untuk pengambilan keputusan pada jalannya suatu service.
IN juga membuat operator mudah untuk mengubah suatu logic service. Hal ini sangat berguna bagi operator untuk melakukan suatu promosi.

Contoh promosi yang bisa diimplementasikan pada IN adalah close user group (CUG) untuk pemanggilan yaitu fasilitas yang mengatur logic untuk sebuah kelompok nomor. Promosi ini biasa disebut "friend and family" dimana anda dapat mendefinisikan beberapa nomor-nomor teman atau keluarga anda sehingga setiap anda melakukan panggilan pada nomor tersebut anda mendapatkan potongan harga. Beberapa fasilitas seperti CUG, call forwarding dan lain-lain telah distandarisasi atau didefinisikan dalam suatu arsitektur network misalnya dalam standar GSM yaitu CAMEL (Customized Application for Mobile network Enhanched Logic) atau dalam standar CDMAOne/CDMA200/IS yaitu WIN (Wireless Intelligent Network) atau standar ITU yaitu CS (Capability Set).

Karena fungsinya sebagai pengontrol, maka elemen IN biasa disebut Service Control Point (SCP) dan fungsinya biasa disebut Service Control Function (SCF).
Selain SCF beberapa fungsi lainnya diantaranya adalah:

  • Service Data Function (SDF)
    SDF menyimpan data Subscriber dan network yang diperlukan oleh SCF pada eksekusi service.
  • Service Resource Function (SRF)
    SRF menyediakan specialized resources yang dibutuhkan ketika eksekusi service pada SCF misalnya penerima digit, yang melakukan play announcement, dan lain-lain.
  • Service Management Function (SMF)
    SMF memberikan fungsi provision, deployment dan support
  • Service Management Access Function (SMAC)
    SMAC merupakan fungsi interface bagi user untuk mengakses SMF
  • Service Creation Environtment Function (SCEF)
    SCEF memberikan fungsionalitas untuk mendefiniskan, menbuat (develop) dan melakukan test suatu service.


Sejarah IN




Sebelum adanya konsep IN, sebuah telecommunication switching (exchange) melakukan semua proses yang diperlukan dalam memberikan layanan terhadap pengguna telekomunikasi. Fungsi call-processing, service data dan service logic terdapat pada switch sehingga sering disebut monolithic platform.

Konsep IN pertama kali diperkenalkan oleh Telcordia (atau Bellcore) yaitu advanced intelligent networks (AIN) pada tahun 1980. Pada awalnya Bellcore membuat konsep AIN untuk mempermudah pengelolaan dan deployment dari suatu service baru di sebuah oprerator cabang yang berada di daerah dengan cara membuat suatu elemen pengontrol (service control logic) yang terpusat. Telcordia mengawali IN dengan versi pertamanya yaitu IN/1 kemudian dalam beberapa tahun merilis seri spesifikasi yaitu AIN 0, AIN 0.1, AIN 0.2

Spesifikasi AIN 0.1:
  • TR-NWT-001284, Advanced Intelligent Network (AIN) 0.1 Switching Systems Generic Requirements
  • TR-NWT-001285, Advanced Intelligent Network (AIN) 0.1 Switch-Service Control Point (SCP Application Protocol Interface Generic Requirements)

Spesifikasi AIN 0.2:
  • GR-1298-CORE, AINGR: Switching Systems
  • GR-1299-CORE, AINGR: Switch-service Control Point (SCP)/Adjunct

Sekitar tahun 1990, setelah Telcordia mempublikasikan AIN 0.1, Organisasi internasional ITU kemudian membuat standar IN dengan yang berbasis pada AIN. Pada tahun 1993, akhirnya ITU mempublikasikan standard IN pada dokumen seri ITU Q.1200 dan sampai saat ini standar tersebut menjadi dasar hampir semua teknologi IN sekarang.

Standard IN yang dispesifikasikan ITU selalu diperbarui terus menerus sehingga dibuatlah versi yang menunjukan sebuah rilis yaitu yang disebut capability set (CS). Setiap CS mendefinisikan sebuah himpunan fitur-fitur dimana sebuah service baru dapat dibuat.

Sejak pertama kali standar IN dibuat, ITU telah merilis beberapa capability set yaitu

  • Tahun 1992, capability set yang pertama CS-1
  • Tahun 1995, CS-1 direvisi menjadi CS-1 R atau CS-1+
  • Tahun 1997, dirilis CS-2
  • Tahun 1999, dirilis CS-3
  • Tahun 2001, dirilis CS-4

Standard untuk masing-masing CS tersebut adalah

  • Q.12x0 Structure of IN CS-x
  • Q.12x1 Introduction to IN CS-x
  • Q.12x2 IN Service Plane Architecture for CS-x (not for CS-1)
  • Q.12x3 IN Global Functional Plane Architecture for CS-x
  • Q.12x4 IN Distributed Functional Plane Architecture for CS-x
  • Q.12x5 IN Physical Plane Architecture for CS-x
  • Q.12x8 IN Interface Recommendations for CS-x
  • Q.12x9 IN User Guide for CS-x

dengan x menunjukan angka rilis CS yaitu 1,2,3,4 dan seterusnya.

Model Konsep IN



Dalam jaringan telekomunikasi yang berbasis CCS, switching sering disebut sebagai SSP (Service Control Point) dan elemen IN disebut SCP (Service Control Point). Hubungan SSP dan SCP dapat digambarkan sebagai berikut:


-------query------->
SSP SCP
<----response-------


Fungsi utama SCP adalah sebagai Service Control Function (SCF). Selain SCF beberapa fungsi lainnya diantaranya adalah:

  • Service Data Function (SDF)
    SDF menyimpan data Subscriber dan network yang diperlukan oleh SCF pada eksekusi service.
  • Service Resource Function (SRF)
    SRF menyediakan specialized resources yang dibutuhkan ketika eksekusi service pada SCF misalnya penerima digit, yang melakukan play announcement, dan lain-lain.
  • Service Management Function
    SMF memberikan fungsi provision, deployment dan support
  • Service Management Access Function (SMAC)
    SMAC merupakan fungsi interface bagi user untuk mengakses SMF
  • Service Creation Environtment Function (SCEF)
    SCEF memberikan fungsionalitas untuk mendefiniskan, menbuat (develop) dan melakukan test suatu service.

Fungsi-fungsi diatas didefinisikan pada IN Conceptual Model (INCM) yang didefinisikan pada standar ITU (CCITT Recommendation Q.1201). INCM merupakan suatu basis untuk standarisasi dan petunjuk (guidelines) desain untuk arsitektur sebuah IN. INCM menjelaskan konsep IN dalam 4 bidang (planes) yaitu:

  • Service plane
  • Global functional plane
  • Distributed functional plane
  • Physical plane

INCM dijelaskan pada standar-standar berikut:

  • Q.1200 General Series IN Recommendations Structure
  • Q.1201 Principles of the IN Architecture
  • Q.1202 IN Service Plane Architecture
  • Q.1203 IN Global Functional Plane Architecture
  • Q.1204 IN Distributed Functional Plane Architecture
  • Q.1205 IN Physical Plane Architecture
  • Q.1208 General Aspects of the IN Application Protocol
  • Q.1290 Glossary of Terms Used in the Definition of IN


Realisasi IN



Karena jaringan telokomunikasi dari mulai adanya IN hingga saat ini berbasis CCS atau SS7 maka realisasi IN pada jaringan telekomunikasi juga menggunakan protokol SS7. Telcordia mespesifikasikan IN/1 dan AIN sebagai protokol antara SSP dan SCP, sedangkan ITU dan ETSi membuat protokol INAP.

Gambar dibawah ini menunjukan posisi protokol IN tersebut dalam stack SS7


| INAP | IN/1 | AIN |
+-------------------+
| TCAP |
+-------------------+
| SCCP |
+-------------------+
| MTP Layer 3 |
+-------------------+
| MTP Layer 2 |
+-------------------+
| MTP Layer 1 |
+-------------------+

INAP yang dispesifikasikan oleh ETSI menggunakan standar ITU TCAP, sedangkan AIN menggunakan ANSI TCAP.

ETSI INAP



Dengan adanya standar IN dalam arsitektur maupun protokol maka diharapkan implementasi IN dalam jaringan telekomunikasi yang terdiri dari berbagai elemen dari manufaktur yang berbeda menjadi lebih mudah. Kenyataannya hal itu tidak terjadi, banyak bagian dari spesifikasi yang diinterpretasikan berbeda karena tidak mendetailnya spesifikasi yang dibuat ITU-T. Oleh sebab itu, ETSI membuat standar INAP yang berbasis dari ITU-T INAP.

Untuk dapat diimplementasikan di mobile network yaitu GSM, ETSI membuat spesifikasi yang memperluas ETSI INAP yaitu CAMEL. Relasi rilis INAP dan CAMEL diperlihatkan pada gambar dibawah


ITU-T CS-1 ---> ITU-T CS-2 ---> ITU-T CS-3 ---> ITU-T CS-4
: : :
: : :
CORE INAP 1 ---> CORE INAP 2 ---> CORE INAP 3
\ \______________ \_____________ \____________
\ \ \ \
\ \ \ \
CAMEL 1 ---> CAMEL 2 ---> CAMEL 3 ---> CAMEL 4

Followers