Showing posts with label iptv. Show all posts
Showing posts with label iptv. Show all posts

Monday, June 16, 2008

Dua IPTV standar baru: Quality of Experience (QoE) dan performance monitoring

Disaat IPTV deployment sudah mulai banyak dilakukan standarisasi internasional untuk IPTV yang dilakukan ITU justru baru dimulai.

Mengutip berita ini, IPTV Global Standards Initiative (GSI) yang merupakan bagian dari ITU-T baru-baru ini mengeluarkan 2 standard untuk IPTV yaitu:

  • ITU-T Rec. G.1080 Quality of experience requirements for IPTV

    QoE didefinisikan sebagai the overall acceptability of an application or service, as perceived subjectively by the end-user



  • ITU-T Rec. G.1081 Performance monitoring for IPTV

    Standard ini penting untuk memberikan QoS/QoE yang lebih baik pada pelanggan/customer. Performance monitor akan membantu dalam

    • Menemukan kesalahan/error pada end-to-end system (system debugging)
    • pengecekan utilitas resource utilization dan the work load dari komponen sistem
    • Membandingkan nilai (metrics) performansi dengan deployment ditempat lain
    • Memberikan basis untuk model dari sistem
    • menemukan bottlenecks pada sistem
    • mengoptimasi jaringan IPTV
    • memastikan performansi sistem tidak menurun
Sebgai catatan, beberapa standarisasi IPTV juga sedang dibikin dan diharapkan akan difinalisasi dalam waktu dekat, yaitu:

  • IPTV services requirements
  • IPTV architecture
  • Service scenarios for IPTV
  • Quality of experience requirements for IPTV
  • Traffic management mechanism for the support of IPTV services
  • Application layer reliability error recovery mechanisms for IPTV
  • Performance monitoring for IPTV
  • IPTV security aspects
  • IPTV network control aspects
  • IPTV multicast frameworks
  • IPTV related protocols
  • Aspects of IPTV end system – terminal device
  • Aspects of home network supporting IPTV services
  • IPTV middleware, applications, and content platforms
  • Toolbox for content coding
  • IPTV middleware
  • Service navigation system
  • IPTV metadata
  • Standards for IPTV multimedia application platforms

Monday, February 04, 2008

IPTV tidak sama dengan Internet TV

IPTV bukanlah TV yang di-broadcast lewat Internet. IP menunjukan bahwa cara pengiriman data/informasi dilakukan lewat protokol berbasis IP. Program atau acara yang diberikan dari layanan IPTV dapat berupa acara seperti layaknya TV konvensional ataupun video on demand, dimana penonton dapat memilih video yang akan dilihatnya.

IPTV dapat memberikan layanan yang interaktif dan dapat dipersonalisasi sehingga IP pada IPTV kadang diartikan "interactive and personalization" seperti yang dikemukanan Open IPTV forum, sebuah aliansi para vendor/supplier IPTV, dalam halaman FAQ-nya.

IPTV biasanya digunakan untuk istilah layanan TV/Video berbasis teknologi IP yang diberikan dan dikontrol oleh sebuah service provider (perusahaan) dengan menggunakan infrastruktur jaringan tersendiri (tidak menyatu dengan jaringan publik/Internet) sehingga layanan ini biasanya berbayar. IPTV dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan supplier telekomunikasi.

Karena semakin populernya teknologi ini, istilah (buzzword) yang mengikuti teknologi ini pun semakin banyak. Untuk membedakan dengan layanan TV atau video on-demand yang bersifat terbuka dan gratis, maka digunakan istilah Internet of Television atau Internet of Video. Artikel "IPTV vs. Internet Television: Key Differences" memberikan gambaran yang jelas dari perbedaan istilah Internet TV dengan IPTV.

Kalau kita menengok kebelakang, layanan video streaming di Intenet sudah berkembang pesat sejak beberapa tahun ketika munculnya website-website yang memberikan layanan penyimpanan file-file video secara gratis dan dapat dilihat oleh siapa saja dengan cara streaming (video sharing). Salah satu website yang terkenal ada YouTube. Hadirnya layanan seperti itu membuat orang semakin banyak membuat personal video sehingga mungcul juga istilah video blog atau vlog, podcast, vodcast.

Selain itu, muncul juga website-website dari perusahaan televisi yang memberikan layanan siaran yang dapat dilihat secara on-demand dengan gratis. Ada juga website-website yang memberikan layanan berita, video, film yang mengkategorisasi kontennya dalam "channel" seperti halnya pesawat TV.

Pada dasarnya hadirnya IPTV didorong oleh perkembangan Intenet TV tersebut dan juga layanan multimedia yang semakin banyak sehingga dirasakan dapat menjadi revenue baru bagi operator telekomunikasi terutama operator selular (nirkabel).

Dari segi teknologi, pada dasarnya IPTV maupun Internet TV dapat menggunakan protokol yang sama tetapi saat ini tidak ada satu standar yang menjadi de-facto sebagai satu teknologi (streaming protokol, video/voice codec) untuk IPTV atau Internet TV. Beberapa perusahaan seperti Adobe malah membuat protokol sendiri yaitu RTMP untuk streaming audio/video lewat jaringan IP.

Dokumen "IPTV related protocols" yang dibuat ITU-T FG IPTV ini mengkoleksi protokol-protokol yang sudah ada untuk menjadi standar IPTV.

Standarisasi IPTV

, IPTV merupakan salah satu teknologi yang sedang booming saat ini. Hal ini diperlihatkan dengan semakin banyaknya vendor-vendor telekomunikasi maupun penyedia layanan TV mulai mengembangkan dan merilis layanannya ke publik. Hal ini mendorong organisasi telekomunikasi internasional (ITU) untuk membuat IPTV Focus Group (FG IPTV) yang dibentuk Februari 2006 untuk menginisialisasi dibuatnya standar global untuk IPTV yang mencakup IPTV requirements, architecture, quality of service (QoS), security, digital rights management (DRM), unicast dan multicast, protocols, metadata, middleware serta home networks

Hampir setahun FG IPTV bekerja, bulan Desember 2007 lalu ITU-T mengumumkan untuk mulai secara formal membuat dokumen standarisasi IPTV oleh IPTV-GSI (Global Standard Initiative) . FG IPTV bekerja organisasi standarisasi lain yang lebih dulu telah bekerja untuk membuat standar IPTV seperti
Press release dari standarisasi IPTV oleh ITU ini dapat dilihat di sini (ITU announces first global set of standards for IPTV)

Followers