Tuesday, May 04, 2010

Sukseskah layanan 3G di Indonesia.

Saat mulai booming-nya 3G di Indonesia dan juga dinegara lain di dunia, yang paling digembar-gemborkan adalah layanan multimedia terutama video call. Operator-operator seluler di Indonesia pun berlomba-lomba untuk tidak sekedar membangun jaringan akses 3G juga membuat layanan multimedia berbasis video teleponi yang berbasis jaringan circuit switched seperti layanan video portal.

Saat itu 3G tidak digembar-gemborkan sebagai layanan akses mobile broadband. Tapi yang terjadi adalah semakin populer layanan akses data 3G sebagai mobile broadband yang perlahan tapi pasti semakin banyak digunakan, apalagi dengan banyaknya produk modem 3G untuk laptop atau PC. Justru layanan seperti video call tidak banyak digunakan pelanggan, apalagi layanan video portal yang bisa dibilang sudah mati.

Akses data menggunakan jaringan telepon seluler malah lebih berkembang setelah adanya implementasi HSDPA, produk khusus data akses yang dikeluarkan oleh operator dan makin populernya BlackBerry dan Facebook.

Dengan fakta tersebut, bisa kita bilang 3G sukses sebagai layanan mobile broadband tapi berapakah biaya yang sudah dikeluarkan untuk meningkatkan kapabilitas jaringan agar bisa menjalankan video call dan membuat layanan video portal? Jika layanan itu bisa dibilang mati, berapakah biaya yang terbuang?

Dengan pengalaman itu dan banyak pengalaman ketidaksuksesan yang lain, operator seluler semakin berhati-hati dalam menginvestasikan uangnya untuk membuat layanan baru dan mengadopsi teknologi baru.

1 comment:

jagad18 said...

jaman 3g cuma bertahan sebentar sekarang di pasaran yg beredar sudah jaringan 3.5G dan 4Gsekalian numpang posting ^^
http://agen-bola-sbobet-jagad303.blogspot.com/

Followers