Blog Indonesia tentang IT, software dan telekomunikasi.

Tetang penulis

Laki-laki.
Orang Indonesia.
Berprofesi dibidang teknologi informasi dan telekomunikasi.

Tentang blog ini


Blog ini berkaitan dengan pemrograman, Software Engineering, telekomunikasi, Internet, Java, PHP, database dan lain-lain. Blog ini bukan sebuah diary, dibuat hanya hanya sebagai catatan agar bisa dilihat kembali suatu saat. Jadi isi blog ini akan berisi tips/trik atau artikel. Semua posting pada blog ini adalah tulisan saya sendiri (tidak ada yang mengkopi dari tempat lain). Anda bebas mengkopi isi dari blog ini dan mempublikasikannya lagi selama mencantumkan nama saya sebagai penulis (ejlp12) atau email saya.

Blog ini adalah blog Indonesia yang berarti dari orang Indonesia dan menggunakan bahasa Indonesia.

Silakan beri komentar jika artikel kurang jelas atau terdapat kesalahan. Untuk komentar yang TIDAK berkaitan dengan topik posting blog bisa dikirim ke email ejlp12 @yahoo.com

Saturday, November 17, 2007

Perjelas kontrak lisensi produk untuk menghindari masalah

Lisensi produk (license) merupakan hal yang penting untuk diperhatikan ketika kita akan membeli produk. Definisi lisensi dari produk yang akan dibeli harus jelas dan dikritisi. Hal ini untuk menghindari terjadinya masalah ditengah jalan ketika lisensi telah mencapai batas dan pembeli produk ingin menambah kapasitas dari produk yang dibelinya.

Masalah lisensi sering terjadi pada perusahan-perusahan telekomunikasi baik di perusahaan kecil maupun besar. Masalah sering terjadi dan diketahui terlambat sehingga tidak menguntungkan bagi pembeli. Masalah yang umum adalah ketika suatu produk telah dibeli dengan mahal tetapi menghasilkan keuntungan (revenue) yang tidak signifikan dan lisensi yang dibeli cepat sekali habis.

Pada produk-produk telekomunikasi, biasanya lisensi berdasar pada angka yang menunjukan kapasitas produk misalnya:

  • Jumlah pelanggan (subscriber)
  • Besarnya transaksi per detik tertinggi (Peak Transaction per Second/ TPS), jumlah transaksi perbulan
  • Jumlah panggilan per detik (Call Attempt per Second/ CAPS)
  • Jumlah CPU
Perhitungan lisensi dengan menggunakan TPS sering kali tidak jelas (absurd). Misalnya saja produk SMSC atau messaging gateway memiliki lisensi 100 TPS, tidak serta merta berarti lisensi akan habis jika telah terjadi transaksi SMS sebanyak 100 per detik.Perlu didefinisikan transaksi apa saja yang akan dihitung. Dalam sebuah elemen produk telekomunikasi biasanya terintegrasi dengan banyak elemen lain, dalam hal produk SMSC biasa terhubung dengan MSC/MSS, HLR, aplikasi third party (content provider), database dan lain-lain. Pasa setiap titik integrasi tentu akan terjadi transaksi sehingga perlu diperhatikan transaksi ke elemen mana yang termasuk dalam lisensi dan seperti apa definisi satu transaksi itu.

0 komentar:

Arsip

Lain-lain

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Mobile Phone Blogs - Blog Catalog Blog Directory Technology blogs Blogdup Blog Directory