Blog Indonesia tentang IT, software dan telekomunikasi.

Tetang penulis

Laki-laki.
Orang Indonesia.
Berprofesi dibidang teknologi informasi dan telekomunikasi.

Tentang blog ini


Blog ini berkaitan dengan pemrograman, Software Engineering, telekomunikasi, Internet, Java, PHP, database dan lain-lain. Blog ini bukan sebuah diary, dibuat hanya hanya sebagai catatan agar bisa dilihat kembali suatu saat. Jadi isi blog ini akan berisi tips/trik atau artikel. Semua posting pada blog ini adalah tulisan saya sendiri (tidak ada yang mengkopi dari tempat lain). Anda bebas mengkopi isi dari blog ini dan mempublikasikannya lagi selama mencantumkan nama saya sebagai penulis (ejlp12) atau email saya.

Blog ini adalah blog Indonesia yang berarti dari orang Indonesia dan menggunakan bahasa Indonesia.

Silakan beri komentar jika artikel kurang jelas atau terdapat kesalahan. Untuk komentar yang TIDAK berkaitan dengan topik posting blog bisa dikirim ke email ejlp12 @yahoo.com

Wednesday, January 23, 2008

Metode roaming GPRS

Jika kita memiliki SIM card dari operator X dan pergi ke negara lain dimana ada cakupan sinyal radio dari operator Y, kita masih dapat menggunakan nomor dari operator X jika operator X dan Y bekerjasama untuk saling terinterkoneksi. Tentu saja layanan yang masih dapat dilakukan tergantung dari kesepakatan kedua operator tersebut. Kemampuan untuk dapat menggunakan jaringan operator lain seperti itu disebut roaming.

Layanan yang masih dapat digunakan pada saat roaming tergantung dari kesepakatan antar kedua operator tersebut. Biasanya perjanjian roaming yang paling umum adalah untuk layanan suara (call) dan SMS. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akses data pada pelanggan telepon nirkabel (selular) maka kebutuhan roaming untuk akses data pun semakin dibutuhkan. Selain itu perkembangan teknologi jaringan telekomunikasi yang mengarah pada jaringan yang berbasis Internet protocol (IP) juga semakin mendorong operator untuk melakukan kerjasama roaming untuk layanan akses data atau GPRS.

GPRS roaming diperlukan agar pelanggan masih dapat melakukan koneksi GPRS jika menggunakan jaringan operator lain. Ada dua macam cara koneksi roaming untuk GPRS, yaitu

-1- Home GGSN roaming yaitu menggunakan GGSN yang dimiliki oleh operator asal.

Pada contoh operator X dan Y diatas, cara koneksi ini berarti pelanggan menggunakan jaringan radio (BTS/Node-B, BSC) dan SGSN operator Y, tetapi tetap menggunakan GGSN operator Y. SGSN operator Y (Visited SGSN) mengetahui kemana paket data harus dikirimkan dari APN yang ada di ponsel pengguna.


Gambar yang disederhanakan dari proses Home GGSN roaming adalah sebagai berikut



VPLMN : HPLMN
:
:
A --1--> SGSN --(interkoneksi)--2--> GGSN --3--> BG --4--> (Internet/Intranet)
:
:
:


-2- Visited GGSN roaming yaitu menggunakan GGSN yang dimiki oleh operator dimana pengguna sedang berada (Visited GGSN)

Pada proses roaming ini, pelanggan yang melakukan roaming perlu memiliki profile wild card APN (*) yang berarti pelanggan dapat menggunakan default GGSN dari Vistited SGSN. Hal ini dituliskan dalam sebuh dokumen dari 3GPP:

"The APN field in the HLR may contain a wild card APN if the HPLMN operator allows the subscriber to access any network of a given PDP Type. If an SGSN has received such a wild card APN, it may either choose the APN Network Identifier received from the Mobile Station or a default APN Network Identifier for addressing the GGSN when activating a PDP context"

Gambar yang disederhanakan dari proses roaming menggunakan Visited GGSN adalah sbb


VPLMN : HPLMN
:
:
A --1--> SGSN --2--> GGSN --(interkoneksi)--3--> BG --4--> (Intranet)
| :
3 :
| :
v :
(Internet)



Dari kedua cara diatas, cara yang paling umum yang biasanya terjadi pada kasus GPRS roaming adalah menggunakan Home GGSN.

0 komentar:

Arsip

Lain-lain

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Mobile Phone Blogs - Blog Catalog Blog Directory Technology blogs Blogdup Blog Directory