Collect call adalah layanan telepon yang pembayarannya dilakukan oleh penerima telepon. Jadi jika biasanya penelpon yang akan membayar tagihan atau berkurang pulsanya (balance), kebalikan dari itu fasilitas collect call berarti pembayaran atau pengurangan pulsa telepon dilakukan pada sisi penerima (called party). Fasilitas ini sering juga disebut reverse charge.
Mungkin anda berfikir enak sekali si penelepon bisa telpon tapi ditanggung si penerima. Fasilitas ini tidak seperti itu. Fasilitas collect call ini akan meminta persetujuan penerima telpon untuk panggilan yang akan dibebankan padanya atau biasanya penerima telepon telah memiliki daftar nomor-nomor pemanggil yang dapat melakukan collect call padanya.
Fasilitas ini muncul pada dasarnya karena setiap operator ingin mengingkatkan keuntungannya (ARPU), oleh karena itu operator akan selalu mencari cara agak keberhasilan pada saat pemanggilan (call completion) meningkat. Ketidakberhasilan saat pemanggilan bisa jadi karena masalah teknis atau hanya karena sipemanggil tidak memiliki cukup balance. Nah lalu dicarilah cara agar penelpon tetap bisa melakukan percakapan tanpa perlu membayar tapi uang diambil dari orang lain yaitu orang yang ditelpon. Bisa jadi ada juga layanan dimana si A menelpon si B dan yang bayar si C. Layanan-layanan supplentary atau value-added memang kadang-kadang sederhana dan solusinya pun sederhana.
Teknisnya gimana?
Dibawah ini saya jelaskan bagaimana biasanya collect call digunakan pada jaringan telepon bergerak seperti GSM:
1. Orang yang akan melakukan pemanggilan telepon (A#) men-dial dengan cara memberikan prefix didepan nomor telepon yang akan dipanggil (B#) misalnya *22*08111111111.
Jika anda berfikir angka tersebut adalah angka untuk mengakses fasilitas USSD, pikiran anda memang benar.
2. A# kemudian akan menerima pesan bahwa proses collect call sedang menunggu persetujuan B#. Pesan dapat berupa Flash SMS atau USSD message.
3. B# kemudian akan menerima pesan USSD dan diminta untuk menjawab menekan suatu tombol, misalnya tekan 1 jika anda setuju menerima collect call dari A#
4. Jika B# setuju maka sambungan telepon antara A# dan B# berlangsung
Solusinya?
Karena teknis penggunaannya bermacam-macam maka solusi untuk collect call ini juga bermacam-macam. Intinya adalah agar billing system melakukan pengurangan balance pada perima telepon. Pada kasus pelanggan prabayar hal tersebut harus dilakukan secara langsung oleh IN, charging mediation ataupun elemen khusus yang memang ditambahkan pada jaringan operator untuk solusi ini. Sedangkan pada kasus pelanggan pasca bayar maka elemen yang membuat CDR (call data record) selama pemanggilan collect call yang akan diproses billing system haruslah memberikan informasi kepada siapa biaya akan dibebankan, dalam hal ini si penerima telepon.
Jelaslah bahwa layanan collect call hanya dapat digunanakan oleh pelanggan satu operator atau tidak lintas operator.
Elemen yang bertanggung jawab agar collect call ini terjadi dapat terintegrasi pada MSC atau dapat pula berupa satu elemen tersendiri yang terintegrasi ke MSC, IN, Charging Mediation/Billing system dan ke elemen pendukung seperti SMSC. untuk lebih jelasnya anda bisa juga baca dari Patent 6792261
Blog Indonesia tentang IT, software dan telekomunikasi.
Tetang penulis
Laki-laki.
Orang Indonesia.
Berprofesi dibidang teknologi informasi dan telekomunikasi.
Orang Indonesia.
Berprofesi dibidang teknologi informasi dan telekomunikasi.
Tentang blog ini
Blog ini berkaitan dengan pemrograman, Software Engineering, telekomunikasi, Internet, SOA/Web service Java, PHP, database dan lain-lain. Blog ini bukan sebuah diary, dibuat hanya hanya sebagai catatan agar bisa dilihat kembali suatu saat. Jadi isi blog ini akan berisi tips/trik atau artikel. Semua posting pada blog ini adalah tulisan saya sendiri (tidak ada yang mengkopi dari tempat lain) kecuali saya sebutkan sumbernya. Anda bebas mengkopi isi dari blog ini dan mempublikasikannya lagi selama mencantumkan nama saya sebagai penulis (ejlp12) atau email saya.
Blog ini adalah blog Indonesia yang berarti dari orang Indonesia dan menggunakan bahasa Indonesia.
Silakan beri komentar jika artikel kurang jelas atau terdapat kesalahan. Anda bisa klik link komentar dibawah setiap posting.Untuk komentar yang TIDAK berkaitan dengan topik posting blog bisa dikirim ke email ejlp12 @ yahoo.com
Link ke tulisan lainnya dapat dilihat di Arsip | Kategori/Label | Posting Terpopuler
Monday, November 10, 2008
Layanan Collect Call
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Arsip
-
►
2008
(90)
-
►
December
(11)
- Menghitung signalling link occupancy
- Bisnis mobile advertising
- Gembar-gembor mobile advertising
- WiMAX vs. LTE
- Komponen/elemen dari Intelligent Network
- Dari perusahaan IT menjadi vendor telekomunikasi
- Open API untuk telco
- Demo teknologi relaying yang akan digunakan pada L...
- LTE-Advanced
- LBS sudah mati?
- Domotics
-
►
November
(13)
- Open Market Handsets untuk CDMA
- Membuat situs WAP (Mobile web) anda dapat ditemuka...
- WURFL browser
- Evolusi CDMA2000/EV-DO menuju 4G akan mati?
- Standar Identity Management (IdM) untuk NGN
- iPhone SDK
- Smartcard Web Server (SCWS)
- SCA: Model untuk mengimplementasikan SOA
- Masalah roaming di perbatasan negara (border roami...
- Layanan Collect Call
- Dapat iklannya, gratis layanannya.
- On-Device Portal
- Melihat lahan SDP
-
►
September
(15)
- SNMP - Bagian 2
- SNMP - Bagian 1
- Arsitektur UMTS Release-4
- Pendelegasian dalam proyek
- Free SNMP library untuk Java
- Memonitor JVM menggunakan SNMP
- Protokol Manajemen Jaringan: TL1
- Retrospective: Pembelajaran dari yang telah terja...
- Aplikasi load-balancer
- Service Delivery Platform (SDP)
- IN dan prepaid charging
- Protokol manajemen jaringan
- OSS/BSS pada jaringan UMTS
- CDMA
- Passive Optical Network (Pengenalan)
-
►
December
(11)
Labels
- telecom (103)
- java (51)
- VAS (36)
- programming (35)
- software engineering (20)
- project management (19)
- database (13)
- web service (10)
- OSS (9)
- IN (7)
- network (7)
- SDP (6)
- security (5)
- xml (5)
- MMS (4)
- linux (4)
- selingan (4)
- 4G (3)
- BSS (3)
- aplikasi (3)
- iptv (3)
- shell scripting (3)
- SOA (2)
- scm (2)
- *nix (1)
- mobile tv (1)

0 komentar:
Post a Comment